Beranda   |   review

{plugin render} bunkspeed hypershot 1.9 #02

PENCAHAYAAN

Satu-satunya sumber cahaya yang digunakan dalam HyperShot adalah dengan mengandalkan cahaya dari lingkungan sekitar/environment (seperti pada ilustrasi di struktur scene) terutama yang yang menggunakan HDR. Sedangkan untuk mensetting HDRnya sendiri bisa dari kontrol panel environment pada jendela menu utama.

catatan:
1. Dengan hanya mengandalkan Environment Light Source (sumber pencahayaan dari lingkungan sekitar) maka anda dituntut untuk bisa menguasai setting HDR tapi jangan khawatir karena setting HDR di HyperShot ini terbilang cukup mudah.
2. Sangat terbatas dan hampir tidak bisa jika anda hendak melakukan render arsitektur dengan suasana senja/malam karena tidak memungkinkan untuk mendapatkan sumber cahaya yang lain (untuk lampu bangunan).

KAMERA

menu_cameraSecara langsung, tampilan pada viewport HyperShot adalah tampilan kamera. Sedangkan setting kamera di HyperShot sangat sederhana dan mudah, bahkan untuk menggunakan fungsi DOF yang pada beberapa render engine lain cukup rumit dan berat.
Untuk memutar kamera anda cukup klik kiri mouse, tahan dan putarlah obyek anda, untuk menggeser posisi maka cukup klik alt (pada keyboard) kemudian klik scroll mouse dan geser, sedangkan untuk tilt (padanan kata tilt dalam bahasa indonesia apa ya?) kamera cukup dengan klik alt (pada keyboard) kemudian klik kanan mouse dan geser ke kanan-kiri atau bisa juga ke atas-bawah.
Sedangkan untuk mengaktifkan fungsi DOF cukup dengan men-centang (mengaktifkan) kotak di samping tulisan Enable Depth of Field kemudian masukkan nilai (posisi) fokus kamera kita atau jika anda tidak yakin dengan jarak dari kamera ke fokus, maka anda bisa menggunakan fungsi Pick Focus Point dengan cara klik kotak Pick Focus Point kemudian klik di bagian obyek yang hendak anda jadikan fokus. Sedangkan tingkat blur/DOF bisa kita ubah dengan memasukkan nilai ke bagian Fstop (mirip dengan fungsi bukaan diafragma pada lensa kamera sungguhan)

catatan:
Mungkin ini adalah setting penggunaan kamera paling simpel dan powerful yang pernah saya temui dalam sebuah plugin render

SETTING RENDER

menu_renderSetting render pada HyperShot ini cukup simple dan secara fungsi GI sudah hidup dari awal.
Anda hanya tinggal mensetting kualitas render yang dikehendaki yang tentu saja berpengaruh langsung pada kecepatan render.

menu_settingscatatan:
1. Setting render sangat simpel dan mudah, anda hanya tinggal menaikkan nilai masing-masing fungsi untuk mendapatkan kualitas yang bagus (tentu saja akan berpengaruh pada kecepatan render)

2. Sayangnya pada versi trial/demo ini kita tidak bisa mendapatkan gambar output render (meskipun tombol path lokasi/Save As aktif)

Secara umum, kemampuan Bunkspeed Hypershot ini cukup menarik kalau tidak mau menyebut luar biasa. Akan tetapi kalau berdasarkan pada beberapa forum ataupun sumber yang lain serta berdasarkan pada beberapa tes render yang saya lakukan. HyperShot ini sepertinya lebih cocok digunakan untuk merender gambar-gambar single object daripada misalnya merender gambar arsitektural dengan obyek yang jauh lebih kompleks.

TIPS n TRICK menggunakan HyperShot Plugin for SketchUp :

1. Usahakan modeling di SU sudah bener-bener finish/selesai karena HyperShot lebih mengutamakan rendering daripada modeling dalam artian pergerakan/editing model sedikit lebih rumit.

2. Model yang hendak dirender sudah teraplikasi dengan material. Begitu kita mengaplikasikan material di HyperShot maka secara otomatis akan menggantikan seluruh material sejenis pada model.

3. View kamera hendaknya sudah tersetting sebelum di ekspor ke Hypershot meskipun gerakan kamera di Hypershot juga tidak terlalu sulit (Posisi view kamera HyperShot pada waktu dibuka sama dengan posisi view terakhir kita save di SU)

4. Akan lebih baik jika anda sudah memutuskan/memilih jenis/gambar HDR yang akan digunakan sebagai sumber pencahayaan sesuai dengan scene anda.

SPESIFIKASI :

Program : Bunkspeed HyperShot
Harga : $995 (pro) $99.99 (education)
Situs : http://www.bunkspeed.com

System Requirements
Operating System:
• Windows XP 32/64 bit
• Windows Vista 32/64 bit
• Windows 2003 Server Edition, 32/64 bit
• Windows 2008 Server Edition, 32/64 bit

CPU:
• Minimum: single-core CPU, 300MHz (limited to 1280×720 screen resolution)
• Recommended: dual-core or higher CPU for HyperShot and HyperShot HD
• Recommended: quad-care or higher CPU for HyperShot Pro

RAM:
• Minimum: 1GB
• Recommended: 2GB

Hard drive:
• Minimum: 250MB free space

Graphics card: Any

Key Features
HyperShot is simple:
• Intuitive out of the box
• No learning curve
• Proven presets ready-to-go
• Fast import of many file formats
• “Drag and drop” painting
• Always correct lighting
• Interactive WYSIWYG rendering
• No endless adjustments
• Real-time full-screen interface
• Revolutionary GUI simplicity

HyperShot is rich:
• Imports popular CAD formats
• Fully raytraced environment
• Multi-threaded architecture takes full advantage of dual- and quad-core CPUs
• CPU and GPU based
• Scientifically accurate materials, both preset and fully adjustable
• HDRI lighting & shadow casting
• Full global illumination
• Real camera optics
• HD rendering with alpha channels

Test Render

bangunan
Modeling : SketchUp; RAW Scene (tanpa material, lighting/HDR, dll); Langsung Render di HyperShot

bangunan+material

01-mustang-gt350

04-shelby-cobra

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Live
  • MySpace
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Yahoo! Buzz
Sphere: Related Content

Print This Post Print This Post Email This Post Email This Post by cak pii at 30 October 2009 under review and catch 586 views with No Comment
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Anda punya pertanyaan, saran, masukan atau bahkan kritikan?